8 Hasil Penelitian Terbaru yang Wajib Diketahui tentang Kehamilan
Memiliki
buah hati yang diharapkan merupakan impian bagi para pasangan suami istri.
Apalagi bagi para pengantin baru, waduh pasti punya momongan setelah menikah
merupakan kado spesial. Tak heran untuk para ibu yang sedang hamil menjadi
lebih bersemangat untuk mencari berbagai informasi yang menyangkut tentang
kehamilan dan janinnya, terutama untuk anak pertama. Banyak informasi tentang
kehamilan yang beredar di media massa. Saat aku baca-baca berita di
detikhealth.com tak sengaja aku menemukan artikel menarik yang berjudul “8
Hasil Penelitian Terbaru yang Wajib Diketahui tentang Kehamilan”. Walaupun
belum hamil (masih mahasiswa, broo J), aku tertarik untuk membaca dan membagikan info tersebut.
Dikutip
dari Huffington Post, Selasa (17/12/2013), selama tahun 2013, ada delapan hasil
penelitian terbesar mengenai kehamilan dan kelahiran yang berhasil dirangkum.
Istri yang berencana untuk hamil dan para calon ibu harus mengetahui informasi
berikut. Informasi yang cukup mengenai kehamilan dan persalinan dapat membantu
untuk menentukan keputusan tepat untuk buah hati kelak.
Ini
dia delapan hal paling menarik yang telah dipelajari peneliti selama tahun
2013, dan tentunya para calon ibu wajib tahu!
1. Tidur dan pola makan berpengaruh pada kesuburan
Sepasang
suami istri bisa dengan mudahnya memperoleh keturunan. Sementara ada juga
pasangan yang kesulitan mendapat keturunan hingga berbulan-bulan atau bahkan
bertahun-tahun. Penyebabnya adalah perbedaan kesuburan. Infertilitas atau
ketidaksuburan kerap disandingkan dengan faktor-faktor di luar kendali manusia.
Meski demikian, penelitian-penelitian terbaru telah menguak bahwa dalam beberapa
kasus, perbedaan kesuburan ternyata disebabkan oleh faktor gaya hidup seperti
pola tidur dan diet.
Berdasar hasil penelitian, kerja berlebih pada wanita dapat menyebabkan gangguan menstruasi dan berkurangnya kesuburan. Wanita yang waktu tidurnya kurang dari 7-8 jam juga memiliki risiko kegagalan tinggi ketika menjalani proses bayi tabung (In Vitro Vertilization). Sedang untuk pola makan, sebaiknya wanita makan lebih banyak sarapan dan lebih sedikit makan malam agar insulin bekerja optimal.
Berdasar hasil penelitian, kerja berlebih pada wanita dapat menyebabkan gangguan menstruasi dan berkurangnya kesuburan. Wanita yang waktu tidurnya kurang dari 7-8 jam juga memiliki risiko kegagalan tinggi ketika menjalani proses bayi tabung (In Vitro Vertilization). Sedang untuk pola makan, sebaiknya wanita makan lebih banyak sarapan dan lebih sedikit makan malam agar insulin bekerja optimal.
2. Terapi kesuburan sebabkan banyak
kelahiran kembar
Ternyata
terapi kesuburan bisa menyebabkan lahirnya bayi kembar, baik kembar dua, tiga,
atau lebih dari tiga! Sebuah penelitian di Amerika mengungkap, sepertiga dari
kelahiran bayi kembar dan lebih dari 75 persen kelahiran bayi kembar lebih dari
tiga disebabkan oleh terapi kesuburan.
Dulu, sistem pembuahan dalam tabung kerap disalahkan atas terjadinya kasus bayi kembar. Namun Penelitian terbaru telah mengungkap bahwa sistem bayi tabung bukan lagi penyebab utama lahirnya bayi-bayi kembar, melainkan pengobatan ovulasi pada terapi kesuburan.
Dulu, sistem pembuahan dalam tabung kerap disalahkan atas terjadinya kasus bayi kembar. Namun Penelitian terbaru telah mengungkap bahwa sistem bayi tabung bukan lagi penyebab utama lahirnya bayi-bayi kembar, melainkan pengobatan ovulasi pada terapi kesuburan.
3. Keguguran lumrah terjadi
Anda
pasti pernah mendengar beberapa kasus keguguran yang menimpa relasi, teman,
atau kerabat. Tahukah, jumlah kasus keguguran yang sebenarnya terjadi lebih
banyak dari yang Anda tahu. Ketika para ilmuwan meneliti 1.000 orang pria dan
wanita yang berusia 18 hingga 69 tahun, mereka mendapat kesimpulan bahwa
orang-orang sering meng-under-estimasikan kasus keguguran. Mereka mengira bahwa
kasus keguguran hanya terjadi pada 6 persen kehamilan. Faktanya, keguguran
terjadi pada 15-20 persen kehamilan. Banyak orang juga menganggap penyebab
utama keguguran adalah stres, kontrasepsi oral, dan aktivitas fisik. Padahal
penyebab utamanya adalah kelainan kromosom.
4. Olahraga bermanfaat untuk otak
janin
Biasanya
ibu hamil akan mengalami rasa lelah atau tidak enak badan yang diakibatkan oleh
kehamilannya. Ketika rasa tidak nyaman itu mendera, para ibu hamil jarang
berpikir untuk berolaharaga. Meski tidak nyaman, sebaiknya ibu tetap
berolahraga saat hamil.
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga ringan bagi ibu hamil baik untuk perkembangan otak janin. Tidak menyita banyak waktu, hanya dua puluh menit dalam satu hari, dan tiga kali dalam satu minggu. Janin dari ibu yang aktif memiliki perkembangan otak yang lebih cepat.
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga ringan bagi ibu hamil baik untuk perkembangan otak janin. Tidak menyita banyak waktu, hanya dua puluh menit dalam satu hari, dan tiga kali dalam satu minggu. Janin dari ibu yang aktif memiliki perkembangan otak yang lebih cepat.
5. Keinginan makan junk food dimulai
sejak di rahim
Anak
dari ibu yang ketika hamil gemar makan junk food berkecenderungan lebih ingin
untuk makan junkfood dibanding anak dari ibu yang memakan makanan sehat saat
hamil. Hasil penelitian menyebutkan, memakan junk food saat hamil menyebabkan
perubahan pada otak anak sehingga mereka ingin makan junk food, lagi, dan lagi.
Meski penelitian ini baru dilaukan pada tikus, para peneliti yakin bahwa wanita hamil terlalu banyak makan junk food akan mempengaruhi nafsu makan anak di kemudian hari.
Meski penelitian ini baru dilaukan pada tikus, para peneliti yakin bahwa wanita hamil terlalu banyak makan junk food akan mempengaruhi nafsu makan anak di kemudian hari.
6. Intervensi media saat melahirkan
adalah lumrah
Mayoritas
ibu percaya bahwa melahirkan adalah proses yang seharusnya terjadi secara
alami. Oleh karena itu tidak perlu ada interfensi dokter kecuali ada alasan
medis tertentu. Kenyataannya, 25 persen wanita mendapat intervensi medis selama
proses kelahiran, misalnya saja pemberian obat pemicu proses kelahiran. Oleh
karena itu ibu tidak perlu takut atau merasa tertekan jika melahirkan di rumah
sakit sehingga dokter tidak buru-buru memberi obat pemicu kelahiran.
7. Perawat merawat ibu lebih baik
Ibu
mempercayakan perawatan kehamilan pada dokter? Mayoritas wanita di Amerika juga
mempercayakan perawatan utama kehamilan mereka pada dokter dan hanya sedikit
yang mengguanakn jasa perawat. Tapi hasil studi menyimpulkan, perawatan
kehamilan oleh perawat berkorelasi dengan hasil lebih baik pada ibu dan bayi
yang dilahirkan. Para ibu yang dirawat oleh perawat memiliki risiko kelahiran
prematur dan episiotomi (pengguntingan jalan lahir bayi) yang lebih kecil.
8. Lebih baik menunda pemotongan
tali pusar
Pemotongan
tali pusar pasca bayi dilahirkan adalah salah satu momen paling mengharukan,
terutama bagi ayah. Namun, sebaiknya pemotongan tali pusar tidak dilakukan
terburu-buru. Menurut peneltian yang dirilis tahun 2013, tali pusar sebaiknya
dipotong satu atau dua menit setelah bayi lahir. Menurut penelitian sebelumnya,
penundaan memotong tali pusar dapat meningkatkan asupan zat besi pada bayi
hingga 6 bulan pasca dilahirkan.
Dikutip dari http://health.detik.com/read/2013/12/17/160347/2444576/1299/8-hasil-penelitian-terbaru-yang-wajib-diketahui-tentang-kehamilan (Muamaroh
Husnantiya – detikHealth, Selasa, 17/12/2013 16:03 WIB)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar